Langsung ke konten utama

KUNCI DULU YA MIMPINYA

 Ada beberapa mimpi yang memang harus disimpan rapi terlebih dahulu.

Bukan karena kita berhenti menginginkannya, bukan pula karena kita menyerah. Terkadang hidup hanya sedang meminta kita untuk bersabar sedikit lebih lama, menunggu waktu yang tepat, atau mempersiapkan diri agar kelak mampu menjangkaunya dengan lebih baik.

Tidak semua orang memulai perjalanan dari titik yang sama. Ada yang melangkah dengan jalan yang lapang, ada pula yang harus melewati jalan yang berliku. Dalam perjalanan itu, sesekali kita mungkin melihat orang lain mencapai hal-hal yang juga kita impikan. Rasa iri bisa saja datang tanpa diundang. Namun, semakin dewasa kita belajar bahwa perjalanan setiap orang memiliki waktunya masing-masing.

Membandingkan langkah kita dengan langkah orang lain hanya akan membuat hati lelah. Sebab yang terlihat di permukaan sering kali hanyalah hasil, bukan proses panjang yang mengantarkannya ke sana.

Karena itu, jika hari ini ada mimpi yang belum bisa diraih, simpanlah ia baik-baik. Rawatlah seperti benih yang belum waktunya tumbuh. Jangan dibuang hanya karena musimnya belum tiba.

Percayalah, tidak ada usaha yang sia-sia. Setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini mungkin sedang menjadi kunci yang suatu saat akan membuka pintu yang selama ini kita tunggu.

Dan ketika waktu itu datang, kita tidak hanya akan merasa bahagia karena berhasil meraih mimpi tersebut, tetapi juga bangga karena tahu bahwa kita mencapainya melalui perjuangan yang tidak mudah.

Sebab mimpi yang tertunda bukanlah mimpi yang hilang. Ia hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk menjadi nyata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AYAH

  Pesan untuk ayah... Bagiku setiap hari adalah hari ayah Karena ayah perlu di rayakan untuk setiap rasa sakit yang tak pernah ia tunjukkan. Untuk setiap air mata yang selalu ia sembunyikan. Untuk ayah yang salalu berusaha tampil baik baik saja di depan anak anak nya Terima kasih untuk setiap pengorbanan yang tak pernah lelah,  Untuk setiap perjuangan yang menguras keringat dan air mata demi membuat anak mu bahagia Terima kasih telah menjadi ayah yang tidak pernah menuntut banyak hal padaku Meski aku tahu dari sorot mata mu yang sipit itu banyak harap yang kau titip kan pada ku hehe... Terima kasih masih menemaniku berjuang dan merayakan semua keberhasilan dan kegagalanku

HIDUP!

      Hidup ini seperti lukisan yang belum selesai, setiap hari adalah sapuan kuas yang membawa goresan dan warna baru. Terkadang ada beberapa sapuan kuas yang tak sesuai ekspektasi kita, maka kita harus mempersiapkan beberapa penghapus untuk menghilangkan atau menyamarkan sapuan kuas yang kurang memuaskan itu.      Kita harus selalu sadar bahwa hidup ini adalah tempat nya kesalahan maka kita harus berusaha agar hidup kita menjadi benar. jika ternyata hidup ini adalah sebuah permainan maka kita harus siap memainkan permainan itu, jika ternyata hidup ini adalah pertandingan maka kita harus berusaha menjadi petarung hebat di dalamnya.      Sering kali manusia mendapat tuntutan sempurna dari sesama mereka, namun sejatinya kesalahan, kekecewaan, kemarahan itu adalah hal biasa semua manusia berhak dan pasti akan merasakannya, tidak ada kewajiban menjadi sempurna. Namun kita memiliki pilihan antara membiarkan diri terombang ambing oleh masala...

SEBENARNYA APA SIH YANG KAMU KEJAR ?

 Perihal, ekspektasi orang lain kepada kita ? Perihal, umur orang tua yang semakin menua ? Perihal, mimpi yang tak kunjung sampai ? Perihal, kesempatan yang tak datang dua kali ? Terkadang, hidup ini memang terasa seperti perlombaan, yaaa ? Tapi sadarilah, hidup ini sedang tidak berlomba dengan siapapun. Kamu tidak di kejar apapun. Ekspektasi, orang tua, mimpi, kesempatan dan waktu itu adalah hal yang bisa diusahakan dan di doakan selebihnya? itu urusan Allah. Cape-cape mengejar dunia tujuan akhir nya tetap akhirat juga kan ? jadi lakukan sewajarnya dan secukupnya. membandingkan hidup? oh tentu saja tidak akan ada habisnya kamu hanya perlu cukup dengan hidupmu, menjalani hidup, mengusahakan hidup, dan mensyukuri hidup. -Merauke 17 Mei 2024