Langsung ke konten utama

PUISI

SANG PEMUDA AKHIR ZAMAN
Karya : Rifda Rumkel & Suci Rahmadani

Wahai kau yang menggenggam masa

Wahai kau yang memilih lautan kesempatan, di tanganmu

yang terkenal oleh duniawi

Mengapa dirimu lalai tak berjuang?


Nyatanya kini ku tergulung 

Bersama emosi yang mendayung

Nyatanya ku menatap hingar bingar

Yang memandang hanya pada kata

Yang tak pernah bertanya

Lebam oleh kajayaan yang fana


Ada apa dengan negara khatulistiwa kita

Apakah tiada lagi hijaunya kalbu di atas sajadah

Rotasi kehidupan kita di kuasai oleh materialisasi duniawi


Wahai para khalifatullah yang terorganisir oleh halaqah

Kapan kau akan berjuang di atas buana ini?

Kapan kau akan menyeru tentang kebenaran?


Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan?

Wahai para hamba Allah yang di rahmatinya

Bangkitlah hentikan berfoya fiya di atas bumi tercinta

Hijrahkanlah tanah ini

Hijrahkanlah dengan ukhuwah islamiah


Bergegas mengepak ada mu para pemuda syahid

Generasi muda bagaimana kan senjata

Langkah ini nyata

Penuh semangat dengan jiwa yang menggelora


Berjalanlah dengan kerinduan akan surganya

Yang kami rindukan negeri Madani yang akan kami perjuangkan

Para pemuda akhir zaman.....




Komentar

Postingan populer dari blog ini

AYAH

  Pesan untuk ayah... Bagiku setiap hari adalah hari ayah Karena ayah perlu di rayakan untuk setiap rasa sakit yang tak pernah ia tunjukkan. Untuk setiap air mata yang selalu ia sembunyikan. Untuk ayah yang salalu berusaha tampil baik baik saja di depan anak anak nya Terima kasih untuk setiap pengorbanan yang tak pernah lelah,  Untuk setiap perjuangan yang menguras keringat dan air mata demi membuat anak mu bahagia Terima kasih telah menjadi ayah yang tidak pernah menuntut banyak hal padaku Meski aku tahu dari sorot mata mu yang sipit itu banyak harap yang kau titip kan pada ku hehe... Terima kasih masih menemaniku berjuang dan merayakan semua keberhasilan dan kegagalanku

HIDUP!

      Hidup ini seperti lukisan yang belum selesai, setiap hari adalah sapuan kuas yang membawa goresan dan warna baru. Terkadang ada beberapa sapuan kuas yang tak sesuai ekspektasi kita, maka kita harus mempersiapkan beberapa penghapus untuk menghilangkan atau menyamarkan sapuan kuas yang kurang memuaskan itu.      Kita harus selalu sadar bahwa hidup ini adalah tempat nya kesalahan maka kita harus berusaha agar hidup kita menjadi benar. jika ternyata hidup ini adalah sebuah permainan maka kita harus siap memainkan permainan itu, jika ternyata hidup ini adalah pertandingan maka kita harus berusaha menjadi petarung hebat di dalamnya.      Sering kali manusia mendapat tuntutan sempurna dari sesama mereka, namun sejatinya kesalahan, kekecewaan, kemarahan itu adalah hal biasa semua manusia berhak dan pasti akan merasakannya, tidak ada kewajiban menjadi sempurna. Namun kita memiliki pilihan antara membiarkan diri terombang ambing oleh masala...

SEBENARNYA APA SIH YANG KAMU KEJAR ?

 Perihal, ekspektasi orang lain kepada kita ? Perihal, umur orang tua yang semakin menua ? Perihal, mimpi yang tak kunjung sampai ? Perihal, kesempatan yang tak datang dua kali ? Terkadang, hidup ini memang terasa seperti perlombaan, yaaa ? Tapi sadarilah, hidup ini sedang tidak berlomba dengan siapapun. Kamu tidak di kejar apapun. Ekspektasi, orang tua, mimpi, kesempatan dan waktu itu adalah hal yang bisa diusahakan dan di doakan selebihnya? itu urusan Allah. Cape-cape mengejar dunia tujuan akhir nya tetap akhirat juga kan ? jadi lakukan sewajarnya dan secukupnya. membandingkan hidup? oh tentu saja tidak akan ada habisnya kamu hanya perlu cukup dengan hidupmu, menjalani hidup, mengusahakan hidup, dan mensyukuri hidup. -Merauke 17 Mei 2024