Langsung ke konten utama

PUISI

Sang Ibu Peradaban

Karya : Suci Rahmadani 


Seorang gadis kecil menangis haru 

Mendengar kisah dari seorang guru 

Tentang sosok pejuang sejati 

Ia bernama Kartini 


Ia berjuang tanpa senjata 

Melainkan dengan sebuah pena 

Di atas kertas diterangi lentera 

Malam-malamnya penuh asa 

Untuk apa? Untuk siapa? 

Untuk masa depan para kaumnya 

Agar wanita juga tahu

Cara mengeja kata demi kata 

Agar wanita juga tahu 

Bahwa lima kali lima sama dengan dua lima 

Agar wanita juga punya hak yang sama 

Tanpa menyalahi kodratnya 

Terhadap kaum pria


Dialah pejuang peradaban 

Bagi kaum yang sering dianggap lemah dan tak berdaya 

Agar lahir menjadi kaum yang mampu melawan kelemahan menjadikannya kekuatan 

Melawan kebodohan menerangi masa depan 


Seorang gadis kecil bertanya pada gurunya 

Lalu apa yang bisa saya lakukan untuk meneruskan perjuangannya? 

Sang guru menjawab 

Wahai kaum muda 

Pupuklah budi pekertimu

Dengan cipta, rasa, karsa dan karya 

Lahirlah menjadi generasi cerdas, berkiprah dan lincah 

Teruskanlah mimpinya dan selalu percaya 

Habis gelap terbitlah terang 


Seorang gadis kecil tersenyum yakin 

Ia akan menjadi Kartini muda 

Seperti sang ibu peradaban

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AYAH

  Pesan untuk ayah... Bagiku setiap hari adalah hari ayah Karena ayah perlu di rayakan untuk setiap rasa sakit yang tak pernah ia tunjukkan. Untuk setiap air mata yang selalu ia sembunyikan. Untuk ayah yang salalu berusaha tampil baik baik saja di depan anak anak nya Terima kasih untuk setiap pengorbanan yang tak pernah lelah,  Untuk setiap perjuangan yang menguras keringat dan air mata demi membuat anak mu bahagia Terima kasih telah menjadi ayah yang tidak pernah menuntut banyak hal padaku Meski aku tahu dari sorot mata mu yang sipit itu banyak harap yang kau titip kan pada ku hehe... Terima kasih masih menemaniku berjuang dan merayakan semua keberhasilan dan kegagalanku

HIDUP!

      Hidup ini seperti lukisan yang belum selesai, setiap hari adalah sapuan kuas yang membawa goresan dan warna baru. Terkadang ada beberapa sapuan kuas yang tak sesuai ekspektasi kita, maka kita harus mempersiapkan beberapa penghapus untuk menghilangkan atau menyamarkan sapuan kuas yang kurang memuaskan itu.      Kita harus selalu sadar bahwa hidup ini adalah tempat nya kesalahan maka kita harus berusaha agar hidup kita menjadi benar. jika ternyata hidup ini adalah sebuah permainan maka kita harus siap memainkan permainan itu, jika ternyata hidup ini adalah pertandingan maka kita harus berusaha menjadi petarung hebat di dalamnya.      Sering kali manusia mendapat tuntutan sempurna dari sesama mereka, namun sejatinya kesalahan, kekecewaan, kemarahan itu adalah hal biasa semua manusia berhak dan pasti akan merasakannya, tidak ada kewajiban menjadi sempurna. Namun kita memiliki pilihan antara membiarkan diri terombang ambing oleh masala...

SEBENARNYA APA SIH YANG KAMU KEJAR ?

 Perihal, ekspektasi orang lain kepada kita ? Perihal, umur orang tua yang semakin menua ? Perihal, mimpi yang tak kunjung sampai ? Perihal, kesempatan yang tak datang dua kali ? Terkadang, hidup ini memang terasa seperti perlombaan, yaaa ? Tapi sadarilah, hidup ini sedang tidak berlomba dengan siapapun. Kamu tidak di kejar apapun. Ekspektasi, orang tua, mimpi, kesempatan dan waktu itu adalah hal yang bisa diusahakan dan di doakan selebihnya? itu urusan Allah. Cape-cape mengejar dunia tujuan akhir nya tetap akhirat juga kan ? jadi lakukan sewajarnya dan secukupnya. membandingkan hidup? oh tentu saja tidak akan ada habisnya kamu hanya perlu cukup dengan hidupmu, menjalani hidup, mengusahakan hidup, dan mensyukuri hidup. -Merauke 17 Mei 2024